Sebelum kita lebih membahas lebih jauh tentang tensile membrane atau tenda membrane, kita terlebih dahulu harus memahami teori dasar tensile membrane. Kita mulai dari sebuah contoh selembar kertas atau permukaan tipis diberikan gaya tarik dari dua sisi baik itu sisi x atau sisi y yang mempresentasikan sisi panjang dan sisi lebar sehingga terjadi tegangan pada permukaan kertas tersebut. kejadian ini atau contoh ini sebetulnya sudah bisa disebut sebagai tensile membrane dalam praktik dan pengertian yang sangat sederhana.

Secara mendetail atau secara qaidah Tensile membrane adalah berlakunya dua buah gaya pada permukaan tipis baik itu secara berlawanan arah atau searah, sehingga menjadikan perubahan bentuk asal dari permukaan tipis tersebut. untuk gaya yang berlaku secara berlawanan arah dinamakan Anticlastic dan untuk gaya yang sama arahnya dinamakan Synclastic. untuk lebih jelas bisa dilihat di gambar

teori dasar tensile membrane
Contoh penerapan Gaya Tarik Anticlastic dan Synclastic pada Membrane
( kebaikan dari :membranestructures.com)

Dari gambar diatas kita lihat bahwa dalam sebuah sistem anticlastic gaya yang bekerja pada permukaan ada yang bernilai positif dan ada yang bernilai negatif, sehingga menjadikan bentuk dasar permukaan berubah menjadi bentuk pelana kuda ( shadle ). Sedangkan pada sistem berikutnya yaitu sistem synclastic gaya yang bekerja pada permukaan membrane semua bernilai posistif atau searah sehingga menjadikan perubahan bentuk dasar dari permukaan membrane menjadi mengembang menyerupai permukaan bantal ( cushion ).

Pada praktiknya sistem yang banyak dipakai dalam pembuatan tensile membrane yang umum ditemui di Indonesia adalah sistem yang pertama atau sistem anticlastic. karena penerapannya bisa dikatakan relatif mudah, dengan cara memberikan tarikan dari berbagai sisi saja sudah tercipta sebuah tensile membrane atau tenda membrane.

Untuk sistem Synclastic pengembangannya cukup terbatas karena memang yang bisa berlaku pada sistem seperti ini adalah gaya yang searah, otomatis sistem tekanan pneumatic saja yang bisa berlaku gaya seperti ini. contoh penerapan sistem anticlastic ini di indonesia sering kita lihat pada pembuatan balon udara untuk keperluan promosi advertising. itulah teori dasar tensile membrane yang harus kita fahami supaya kita bisa lebih lanjut mempelajari untuk kemudian praktik membuatnya. mari bersama desaintenda.com kita sosialisasikan bagaimana cara membuat struktur tensile membrane yang baik, benar, dan aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *